Jumat, 20 Juni 2025

Menyusuri Sisa Jalur Kereta yang Mati di Payaman Magelang

Pada hari Kamis, 16 Oktober 2014, saya menyempatkan diri untuk blusukan ke daerah Payaman, Secang, Magelang untuk menyusuri sisa - sisa jalur kereta api yang telah lama mati. Ketika saya masuk ke sebuah lorong di pinggir jalan raya Magelang - Secang, tak sengaja saya menemukan sebuah patok seperti potongan rel. Akhirnya, saya menemukan titik terang bahwa di situ ada jalur kereta api.



Saya kemudian naik ke sebuah gang yang belakangan saya ketahui bahwa gang tersebut adalah bekas jalur kereta api. Hal itu terlihat dari sisa - sisa rel yang masih terlihat.








Lokasinya ada di sekitar eks stasiun Payaman

Selanjutnya, saya terus menyusuri ke selatan mengikuti jalur rel hingga daerah Jambewangi, yang berbatasan langsung dengan Kota Magelang.

Ternyata, sisa jalur kereta yang ada saat ini dimanfaatkan warga sekitar sebagai jalur perlintasan, dengan cara mengecor dengan semen, sehingga dapat dilewati. Gang ini posisinya sedikit lebih tinggi dari jalan raya.
Gang ini memanjang ke selatan, dari Jembatan Kali Manggis Payaman hingga sebuah pertigaan di Jambewangi. Bekas - bekas rel masih dapat terlihat di sepanjang gang ini. 













Sisa jalur rel membelah persawahan di daerah Sambung...





Dan ini rel di sekitar Jambewangi...





















Di sekitar stasiun Payaman, masih ditemukan sebuah sinyal masuk stasiun. Sinyal itu masih berdiri kokoh, meskipun sudah karatan.




Sementara itu, di sekitar Sambung, saya juga menemukan rel sudah tertutup oleh masjid..




Dan inilah wilayah Stasiun Payaman..